MT Untaian Tasbih Community Diluncurkan

Jakarta, terasa beda dari biasanya. Masjid megah yang terletak di kompleks perkantoran Epicentrum itu dipadati kaum ibu, anak-anak, hingga para bapak. Dai muda yang juga pimpinan Majelis Zikir al-Ma’tsurat Ustaz Subki al-Bughuri memberikan tausiah di hadapan ratusan jamaah tersebut.Dalam tausiahnya, Ustaz Subki membahas soal hijrah.

Secara bahasa, hijrah artinya meninggalkan. Sedangkan, menurut istilah, hijrah bermakna ‘pindah dari negeri kafir ke negeri Islam’. Ustaz Subki juga mengutip pendapat al-Hafidz Ibnu Hajar al-Atsqalani dalam kitab Fathul Bari yang mengartikan hijrah sebagai berhentinya seseorang dari perbuatan maksiat. Pengertian ini berdasarkan hadis Nabi SAW, “Orang yang hijrah adalah orang yang berhenti meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah SWT.”Pada kesempatan itu, ia menjelaskan empat jenis hijrah.

Pertama, hijrah tempat, yaitu hijrah dari tempat yang rusak, yang tidak baik ke tempat yang lebih baik. Kedua, hijrul ma’ashi, yakni meninggalkan maksiat dan segala bentuk yang dilarang. Ketiga, hijrul ushaat, artinya meninggalkan pelaku maksiat. “Keempat, hijrul qolbiyah, yaitu hijrah hati. Dengan perasaan lebih ikhlas untuk taat kepada Allah SWT. Keempat jenis hijrah ini bisa dilakukan saat sekarang ini,” kata Ustaz Subki.

Tausiah Ustaz Subki ini menandai dimulainya kegiatan pengajian Majelis Taklim (MT) Untaian Tasbih Community yang secara rutin akan digelar di Masjid al-Bakrie Taman Rasuna. Pada acara peresmian MT Untaian Tasbih Commumity tersebut, juga digelar zikir yang dipandu Ustaz Syahrul dan pemberian santunan kepada 50 anak yatim yang berasal dari sekitar Masjid al-Bakri Taman Rasuna.Simon Moessta’im Pulungan, CEO Bakrie Batavia Krisma (B2K) yang juga CEO Untaian Tasbih, menjelaskan, B2K selain memfasilitasi pembinaan spiritual, juga menjadi fasilitator untuk membangun dan mengembangkan wadah komunitas jamaah Untaian Tasbih.

Tujuan berdirinya MT Untaian Tasbih Community, menurutnya, adalah sebagai wadah untuk menempa rohani para jamaah yang telah melaksanakan ibadah haji maupun umrah. “Artinya, setelah mereka kembali ke Tanah Air, kita teruskan bimbingan sehingga mungkin akan berulang kembali ke Tanah Suci dan juga melakukan syiar Islam. Itulah tujuan utamanya,” kata Simon.Dijelaskan, MT ini terbuka untuk umum, termasuk buat mereka yang belum menunaikan ibadah haji. “Boleh, tidak ada masalah, terutama karyawan-karyawan di unit saya sendiri. Paling tidak bisa mendorong lebih banyak syiar Islamnya. Jadi, ada silaturahim, tambah ilmu, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.”Penilaian positif berdirinya MT Untaian Tasbih Community…

Sumber : Republika.co.id

www.subkialbughury.com

Leave a Reply